KECEWA
Pemateri: Ustadz Ryanda Suvitra
Edisi: 30 Januari 2018
Kecewa.. ketika amal dan ibadah yg kita lakukan tiada nilainya di hadapan Allah..
Kecewa.. ketika sholat seumur hidup namun tetap saja neraka yg kita dapat..
Kecewa.. ketika sedekah dan sabar kita lakukan, namun azab datang menyiksa di alam kubur..
Diri ini tentu bertanya2 mengapa justru azab, neraka, dan tiada pahala yg justru di dapat,
Padahal semua dilakukan dengan ikhlas dan sangat baik.. ☺
Ya semua itu karena tentunya daging yang tak bertulang yang bernama lidah, yang dengannya kita mngatakan apapun yg kita suka.
Padahal ukurannya kecil, kadang tak di anggap,
Tapi dengannya, justru amalan kita sia-sia..Gugur begitu aja.
Tak ada yg bersisa, justru dilempar ke neraka
Karenanya...👅👈🏼😔
Ya lidah, kadang kita sepelekan, padahal perkataan kita ini adalah cerminan dari akhlak kita sebagai seorang muslim,.saat kita mengatakan sesuatu yang menyakiti perasaan saudara kita, atau yg menyinggung perasaan saudara kita...
Namun, saat saudara kita tersinggung, bukannya kita mengucapkan maaf kepadanya tetapi.....
Mngejeknya dengan sebutan _"baper"_
Hayo siapa??☺☺
So, Hanya segini kepekaan kita terhadap saudara kita?
Padahal ga sadar, bahwa lisan itu yang menjatuhkan kita keneraka
Justru lisan itu yg mengazab kita di alam kubur.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ
“ _Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk keridhaan Allah, dia tidak menganggapnya penting; dengan sebab satu kalimat itu Allah menaikkannya beberapa derajat._ Dan *sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk kemurkaan Allah, dia tidak menganggapnya penting; dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka Jahannam”.* [HR al-Bukhâri, no. 6478].
*Ada yg bersedia menerima tempat tinggal di neraka jahannam?* ☺
Tp itu kata Rasulullah,
Perrkataan Rasulullah ga mungkin dusta, sudah PASTI akan terjadi..
Maka yang suka menyakiti saudaranya dengan lisannya, baik secara langsung, ataupun dengan menghibahinya, maka ana pribadi mengucapkan selamat kepadanya..
Atas sedekah amalannya selama ini pahalanya sepanjang hidupnya akhirnya gugur karena lisannya menyakiti saudaranya,
Lalu saudara yang disakitinya, walau amalannya sedikit, namun terselamatkan karena??
Ya karena lisan kita yang dahulu menyakiti saudara kita,sampai banyak orang yang menzaliminya, ikut membullynya ☺☺
Dalam kitab Riyadhus Sholihin ana pernah baca :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhawatirkan umatnya.
عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِيِّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ حَدِّثْنِي بِأَمْرٍ أَعْتَصِمُ بِهِ قَالَ قُلْ رَبِّيَ اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقِمْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَخْوَفُ مَا تَخَافُ عَلَيَّ فَأَخَذَ بِلِسَانِ نَفْسِهِ ثُمَّ قَالَ هَذَا
🌽“Dari Sufyan bin ‘Abdullah ats-Tsaqafi, ia berkata: “Aku berkata, wahai Rasulullah, katakan kepadaku dengan satu perkara yang aku akan berpegang dengannya!” Beliau menjawab: “Katakanlah, ‘Rabbku adalah Allah’, lalu istiqomahlah”. Aku berkata: “Wahai Rasulullah, apakah yang paling anda khawatirkan atasku?”. Beliau memegang lidah beliau sendiri, lalu bersabda: “Ini”.
Untuk jaminan kita masuk surga cukup dengan *LAAILLAHA 'ILLALLAH dan istiqomahlah* namun...
Yang membuat umat Rasulullah terjungkir dan yang paling di khawatir kan oleh beliau adalah lidah.. ya lidah ini..
Dimana apapun bisa terucap melalui lisan ini.
Kadang obrolan kita memang seru, tapi sayang, suka tak terkendali, bahkan jatuh2nya jadi ghibah, dari ghibah timbul fitnah, dari fitnah semua tertuju kepada yang di fitnah,
Padahal yg di fitnah tidak mengerti apa2..
Tapi apa kita yang menggibahi mikir sampai kesana?
Mikir gitu kalau MUNGKIN yg di ghibahi memiliki masalah yg lebih besar di bandingkan fitnah itu? Terus karena ghibah yang tidak SENGAJA itu, malah makin menzalimi dia..
Makin membuat dia tertekan..
Kalau gara2 ghibah itu, sampai2 dia berbuat jahat atau bunuh diri apakah kita mau tau? atau mau bantu? atau tanggung jawab juga ?..
Ya ngga lah ☺ ya kan ? ☺
Pasti bilangnya "ah itu dasar dianya aja yang kurang iman,".
Atau "ah ga tau deh soal dia"
Tapi INGAT Allah ga pernah tidur, Allah tau apa apa yg di lakukan hambaNya,
Ya memang orang yang di ghibahi itu juga masuk neraka karena mengakhiri hidupnya dengan demikian...
Namun....
Jangan salah jika kalian merasa pede dengan banyaknya amalan kita...
Justru tidak sadar kita tiba2 keseret keneraka JAHANNAM.. ☺
Terkadang karena mudahnya lidah ini mengucapkan kalimat2.
Justru membuat kita makin terancam karenanya..
👉🏻 *Makin jauh denganNya*
👉🏻 *Makin jauh dengan jannahNya*
👉🏻 *Makin dekat dengan azabNya*
👉🏻 *Makin dekat dengan NerakaNya*
👉🏻 *Makin terlena dengan lisan nya*
👉🏻 *Makin terlena dengan dunia*
Ini semua kadang tidak sadar kita ucapakan...
Namun tak ada satupun yg tak luput dari pengawasan Allah azza wa jalla ☺☺.
Maka coba muhasabbah pada diri masing2 kita ini..
Apakah pernah kita melakukan semua ini?
Jika prnah pada siapa?
Jika dia masih hidup maka minta maaf lah kepadanya,
Bantu lah masalahnya agar terselesaikan, bukannya jadi bahan omongan..
Kalau tidak bisa nyelesaiin ya jangan malah di jadiin topik perbincangan..
Diam jauh lebih baik,
Tanpa menjudge orang itu dengan kalimat2 yang menyakitkan atau justru membuat orang lain jadi ikut memusuhi.. orang tersebut ☺
☺ Beginilah kita KEBANYAKAN..
Ana pun merasa demikian saat asik2 ngobrol..Padahal udah di coba untuk ngobrolin tentang fiqih, tapi ada aja yang mancing atau mengait2kan dgn seseorang ☺
Imam asy -Syafi’i pernah berkata: _“Jika seseorang menghendaki berbicara, maka sebelum berbicara hendaklah ia berfiikir; jika jelas nampak maslahatnya, maka ia berbicara; dan jika ragu-ragu, maka tidak berbicara sampai jelas maslahatnya”_
Nahh masalahny, pernah tidak sih kita ngetik/bicara itu mikirin dlu jauuuuuuuuh sebab dan akibatnya dari apa yg kita ucapkan atau tuliskan atau ketikkan ini??
☺☺☺
*Barang siapa banyak pembicaraannya, banyak pula tergelincirnya. Dan barang siapa banyak tergelincirnya, banyak pula dosanya. Dan barang siapa banyak dosa-dosanya, neraka lebih pantas baginya*
Umur bin Alkhattab pernah mengatakan ini..
Diperkuat lg Rasulallah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
*“(kebanyakan kesalahan anak Adam ialah pada lidahnya)”*
Nah tuh masih mengelak?
🤔🤔🤔🤔🤔🤔
Inilah kita...
Maka sebelum terlambat, perbaiki semampu kita, sebelum semuanya musnah begitu sja, sirna begitu saja. Akhirnya semua tenggelam kedalam neraka beserta amalan2 kita.. dan tubuh kita...
Karena lisan kita..
Semoga bisa di ambil hikmahnya
Wallahu alam bishowab
No comments:
Post a Comment