Kajian QS. Nuh (71): ayat 10–14 lengkap dengan teks Arab, terjemahan Indonesia, dan tafsir ringkasnya. - FKDI Indonesia

Friday, September 11, 2026

Kajian QS. Nuh (71): ayat 10–14 lengkap dengan teks Arab, terjemahan Indonesia, dan tafsir ringkasnya.

QS. Nuh Ayat 10
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝١٠

Artinya:
“Maka aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sungguh, Dia Maha Pengampun.’”

Tafsir:
Nabi Nuh عليه السلام mengajak kaumnya untuk memohon ampun (istighfar) kepada Allah dan meninggalkan dosa serta kekufuran. Ayat ini menunjukkan bahwa istighfar bukan sekadar ucapan, tetapi juga harus disertai penyesalan dan kembali kepada Allah. Allah memiliki sifat Ghaffār, yaitu Yang sangat banyak dan terus-menerus mengampuni dosa hamba-Nya yang bertobat.

QS. Nuh Ayat 11
يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا ۝١١

Artinya:
“Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.”

Tafsir:
Nabi Nuh menjelaskan salah satu buah dari istighfar dan taubat, yaitu Allah memberikan rahmat berupa hujan yang membawa kehidupan. Kata مِدْرَارًا (midrāran) menggambarkan hujan yang turun dengan deras dan berulang-ulang.
Pesannya: ketika manusia kembali kepada Allah, ia membuka jalan bagi datangnya rahmat dan keberkahan-Nya.

QS. Nuh Ayat 12
وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا ۝١٢

Artinya:
“Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu serta mengadakan sungai-sungai untukmu.”

Tafsir:
Allah menjanjikan berbagai bentuk keberkahan kehidupan bagi orang yang bertobat dan memohon ampun:

أَمْوَالٍ — harta,
بَنِينَ — anak keturunan,
جَنَّاتٍ — kebun-kebun,
أَنْهَارًا — sungai-sungai.

Ini menunjukkan bahwa istighfar dapat menjadi sebab datangnya pertolongan dan keberkahan Allah. Namun, bukan berarti setiap orang yang beristighfar pasti langsung menjadi kaya atau memiliki banyak anak. Rezeki tetap berada dalam hikmah dan ketetapan Allah.

QS. Nuh Ayat 13
مَا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا ۝١٣

Artinya:
“Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah?”

Tafsir:
Setelah memberikan nasihat tentang istighfar dan rahmat Allah, Nabi Nuh menegur kaumnya:
“Mengapa kalian tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya?”

Kata وَقَارًا (waqārā) berkaitan dengan penghormatan, keagungan, dan sikap memuliakan. Jadi ayat ini mengingatkan bahwa manusia seharusnya memiliki rasa takut, hormat, tunduk, dan mengagungkan Allah.

QS. Nuh Ayat 14
وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَارًا ۝١٤

Artinya:
“Padahal Dia sungguh telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan (kejadian).”

Tafsir:
Nabi Nuh mengingatkan kaumnya agar merenungkan proses penciptaan manusia. Manusia tidak langsung menjadi seperti sekarang, tetapi melalui berbagai tahapan kehidupan dan penciptaan.

Ayat ini mengandung ajakan untuk bertafakkur: jika Allah mampu menciptakan manusia melalui berbagai tahapan, maka manusia semestinya menyadari kebesaran, kekuasaan, dan keagungan-Nya.

🌿 Inti kandungan QS. Nuh 10–14
Kelima ayat ini memiliki rangkaian pesan yang sangat kuat:
Istighfar → taubat → rahmat Allah → keberkahan → mengagungkan Allah → merenungkan penciptaan manusia.

Jadi, istighfar bukan hanya meminta penghapusan dosa, tetapi merupakan jalan untuk kembali kepada Allah dan mendapatkan rahmat-Nya. Pada saat yang sama, ayat 13–14 mengingatkan agar manusia tidak hanya mengejar pemberian Allah, tetapi juga mengenal dan mengagungkan Zat yang memberi semua itu.

No comments:

Post a Comment